Inilah kawah Candra Dimuka bagi anak-anak bangsa yang terpilih untuk menimba ilmu sepak bola ke Negara Uruguay. Di sini mereka dilatih dan ditempa untuk menjadi pemain sepak bola yang handal dan dapat berkiprah di kancah eropa nantinya. Disini mereka dilatih dengan metode modern dan berstandar internasional.
Walau banyak pihak yang mengkritik program ini tapi program ini tetap dijalankan oleh PSSI bahkan sudah hampir dua tahun dari rencananya akan berlangsung empat tahun. Kalo banyak orang mengkritik berarti saya adalah salah satu dari sedikit orang yang memuji program ini. Sebagian besar orang mengkritik program ini karena berkaca dari kegagalan dari program-program sejenis sebelumnya yang pernah digulirkan PSSI baik Primavera maupun bareti dan termasuk program pengiriman pemain muda untuk berlatih di Belanda. Walau dianggap gagal untuk menjadikan Timnas Indonesia berbicara di pentas internasional seperti yang direncanakan tapi kita sebagai pecinta sebakbola Indonesia tidak bisa menutup mata bahwa program-program sejenis telah menghasilkan pemain-pemain yang selalu menjadi tulang punggung Timnas Indonesia dan Liga Indonesia sendiri. Lihat saja Kurniawan, Indryanto sampai sekarang masih beredar di ISL. Sedangkan Bambang Pamungkas, Ponaryo astaman masih menjadi tumpuan Timnas Sampai dengan sekarang. Sedangkan hasil dari tim yang dikirim ke Belanda sekarang malah hampir semua memperkuat tim-tim kuat di ISL, lihat saja Arif Suyono, Eka ramdani, Boas Salosa, Ricardo salampesy, M roby merupakan squad andalan Timnas Senior. Dan sisanya masuk dalam Squad U-23.
Jika kita ingin meningkatkan kualitas Timnas kita, memang tidak bisa hanya mengandalkan program-program seperti ini untuk kedepan tetapi harus meningkatkan kualitas kompetisi di dalam negeri baik dari tingkat senior hingga ketingkat junior. Sehingga kita akan mendapatkan sumberdaya yang berlimpah untuk Timnas Senior.
Sekarang saya pribadi sudah bisa melihat pembangunan kearah itu. Standar ISL sudah mulai ditingkatkan baik sejara Liga, infrastruktur pendukung yang meliputi stadion, pelatik wasit dan lain sebagainya dan berita terakhir adalah akan bergulirnya Liga Pendidikan Indonesia (LPI) pada tanggal 2 Mei 2009. Yang pembukaannya ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang memang jatuh pada tanggal 2 Mei. Memang perubahan itu masih jauh dari expectasi public yang menginginkan Sepak bola Indonesia bisa berbicara di pentas Internasional. Tapi saya masih yakin jika program-program tersebut baik program dalm negeri maupun luar negeri dijalankan secara konsisten InsyaAllah dalam 10 tahun kedepan kita akan bisa melihat Timnas Indonesia berjaya dipentas Internasional.
SAD Indonesia sekarang ini harusnya dijadikan Bench Mark dalam pengembangan kompetisi Junior di Indonesia baik secara kompetisi, system pelatihan dan pelatih dan system pendukungnya. Kita bisa melihat betapa tertinggalnya system pelatihan tim junior Indonesia dari system kepelatihan yang bergulir di Negara-negara dengan persepakbolaan maju di dunia. Pada awal pengiriman SAD Indonesia hampir tidak bisa mengikuti kompetisi karena terbentur permasalahan kesehatan khususnya kesehatan gigi pemain. Padahal nota bene mereka adalah pemain-pemain terbaik yang ada di negeri ini. Dengan fakta seperti itu kita terutama PSSI sebagai otorita tertingnggi sepakbola dinegeri ini harus bisa mengambil pelajaran dari hal itu untuk meningkatkan kualitas persepakbolaan Indonesia.
Jika semua itu bisa berjalan dengan baik.dalam 10 tahun kedepan kita akan bisa melihat Timnas Indonesia berjaya dipentas Internasional.
Good luck Sociedad Anónima Deportiva (S.A.D.) Indonesia U-17. dikakimu kami menggantungkan harapan persepakbolaan negeri ini. Terus berjuang, jangan pernah menyerah harumkanlah nama bangsamu, bangsa Indonesia yang kita banggakan. Viva Indonesia.
Jika kita ingin meningkatkan kualitas Timnas kita, memang tidak bisa hanya mengandalkan program-program seperti ini untuk kedepan tetapi harus meningkatkan kualitas kompetisi di dalam negeri baik dari tingkat senior hingga ketingkat junior. Sehingga kita akan mendapatkan sumberdaya yang berlimpah untuk Timnas Senior.
Sekarang saya pribadi sudah bisa melihat pembangunan kearah itu. Standar ISL sudah mulai ditingkatkan baik sejara Liga, infrastruktur pendukung yang meliputi stadion, pelatik wasit dan lain sebagainya dan berita terakhir adalah akan bergulirnya Liga Pendidikan Indonesia (LPI) pada tanggal 2 Mei 2009. Yang pembukaannya ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang memang jatuh pada tanggal 2 Mei. Memang perubahan itu masih jauh dari expectasi public yang menginginkan Sepak bola Indonesia bisa berbicara di pentas Internasional. Tapi saya masih yakin jika program-program tersebut baik program dalm negeri maupun luar negeri dijalankan secara konsisten InsyaAllah dalam 10 tahun kedepan kita akan bisa melihat Timnas Indonesia berjaya dipentas Internasional.
SAD Indonesia sekarang ini harusnya dijadikan Bench Mark dalam pengembangan kompetisi Junior di Indonesia baik secara kompetisi, system pelatihan dan pelatih dan system pendukungnya. Kita bisa melihat betapa tertinggalnya system pelatihan tim junior Indonesia dari system kepelatihan yang bergulir di Negara-negara dengan persepakbolaan maju di dunia. Pada awal pengiriman SAD Indonesia hampir tidak bisa mengikuti kompetisi karena terbentur permasalahan kesehatan khususnya kesehatan gigi pemain. Padahal nota bene mereka adalah pemain-pemain terbaik yang ada di negeri ini. Dengan fakta seperti itu kita terutama PSSI sebagai otorita tertingnggi sepakbola dinegeri ini harus bisa mengambil pelajaran dari hal itu untuk meningkatkan kualitas persepakbolaan Indonesia.
Jika semua itu bisa berjalan dengan baik.dalam 10 tahun kedepan kita akan bisa melihat Timnas Indonesia berjaya dipentas Internasional.
Good luck Sociedad Anónima Deportiva (S.A.D.) Indonesia U-17. dikakimu kami menggantungkan harapan persepakbolaan negeri ini. Terus berjuang, jangan pernah menyerah harumkanlah nama bangsamu, bangsa Indonesia yang kita banggakan. Viva Indonesia.





