ASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH...."IMPOSSBLE IS NOTHINGS BECAUSE OF GUSTI ALLAH MBOTEN NATE SARE"

. InstaForex Global Digital Pay

NKRI HARGA MATI !!!!!

Friday, February 12, 2010

Pendapat Seorang Mahasiswa Jepang Yang Melakukan Riset Di Indonesia Tentang Bangsa Indonsia

Massulist (12 Februari 2010)
Namanya : Yashiki
S2 di Kobe University, Jepang. jurusan Marine Engineering

Sebelum pulang kenegerinya setelah mengadakan Riset Di Kampus ITS Surabaya, dia mengungkapkan kesan-kesannya tentang Masyarakat Indonesia:

“Orang Indonesia yang saya lihat, mereka ramah-tamah, baik hati, suka menolong, tetapi jam karet dan kadang-kadang malas. Mereka juga aktif tetapi individualis. Hal yang sangat kontras. Saya sendiri heran dengan orang Indonesia. Seharusnya dari ketiga hal itu (ramah-tamah, baik hati, dan suka menolong, Red) mereka merupakan pribadi yang sosialis. Tetapi mereka individualis. Mungkin karena karakter yang berbeda dan ego yang tinggi ya,”

“Sebenarnya Indonesia tidak perlu menyamakan diri dengan Jepang karena Indonesia sebenarnya pun mampu lebih baik dengan ciri karakterisitik yang dimilikinya. Dalam beberapa hal Indonesia dan Jepang itu tidak ada yang beda. Waktu kerja dan belajar kita sama. Tetapi bagaimana kalian membentuk sikap disiplin dan jujurlah yang menentukan sebuah negara,” pesan Yashiki. (sumber)

Dari kutipan diatas saya jadi heran sendiri. Mengapa?

Waktu kecil dulu saya selalu diajarkan baik dari orang tua ataupun guru saya bahwa bangsa Indonesia itu bangsa yang masyarakatnya ramah, suka menolong dan mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan. Entah benar atau tidak hal tersebut tapi itulah yang tertera dalam ajaran P4 waktu kecil dulu (Sekarang P4 entah ada dimana).

Tp anehnya kalo hal itu bohong kenapa pada jaman perjuangan kemerdekaan dulu rakyat mau mempertaruhkan nyawa untuk berjuang merebut kemerdekaan?

Mungkin bangsa kita telah berubah?
tapi mengapa perubahan itu kearah yang negatif?
Mengapa tidak berubah seperti Cina, Brazil dan India? mereka berubah dari negara yang tertinggal menjadi negara yang besar didunia.

Benar kata Yashiki Sebenarnya Kita tidak perlu menyamakan diri dengan Jepang karena Kita sebenarnya pun mampu lebih baik dengan ciri karakterisitik yang kita dimiliki.

Ayo bangun Bangsaku... Akupun akan berusaha hal yang sama. apapun yang tejadi padamu "I LOVE YOU FULL INDONESIA"



Lanjutkan......

When An Eagle Behaved Like A Chicken

Massulist (1 Februari 2010)
Indonesia Adalah Negara Besar, besar dalam arti sebenarnya yang memiliki Luas wilayah yang sangat besar, jumlah penduduk yang sangat banyak, kebudayaan yang sangat beragamm dan masih banyak kebesaran lainnya yang tidak bisa saya tuliskan disini karena bisa memenuhi catatan ini.

tapi apa yang saya rasakan sekarang ini tidak mencerminkan kebesaran itu...
Hampir tiap hari saya dicekoki dengan berita-berita yang dipenuhi keburukan mengenai negeri ini...
Berita bencana alam dan berita kebobrokan para pemangku pemerintahan negeri ini...

Sebenarnya ini semua adalah salah siapa?

Mungkin semua berita itu adalah benar... tapi apakah tidak ada sesuatu yang baik dari negeri ini yang dapat disampaikan kepada kita semua... atau memang benar pepatah yang mengatakan "Bad News is Good News".


Kalo memang pepatah itu benar mungkin saya hanya menunggu kehancuran dari bangsa ini, karena mereka yang bisa membuat berita tidak senang dengan berita yang baik tentang negeri ini.. dan akan selalu memberikan berita buruk yang lambat laun akan merubah perilaku bangsa ini.. (perilaku negatif)

sekarang ini banyak orang yang senang melihat orang lain sengsara....
banyak orang yang ingin naik dengan cara menginjak orang lain...
banyak orang yang senang menjelekan orang lain dengan tujuan agar dirinya terlihat baek (terlihat adalh kata kuncinya)...

mulai sekarang kita harus segera bangun... bangun dari keterpurukan jangan sampai seperti judul catatan ini "When An Eagle Behaved Like A Chicken" karena kita sebenarnya adalah Elang yang perkasa... karena kita adalah Garuda..."GARUDA INDONESIA"

Lanjutkan......

SILUMAN JALANAN PENGHISAP UANG RAKYAT

Ditulis Oleh Wahyu Candra Prasetya Seorang Mahasiswa Teknik Sipil ITS Angkatan 2008 dalam Catatan Facebooknya

Akhir2 ini semua perhatian tertuju pada hasil keputusan pansus angket century,yg diperkirakan merugikan negara hingga 6,7 T....

Di tempat lain KPK sedang memburu koruptor2 yg telah menggondol uang negara,uang rakyat Indonesia.tak tanggung-tanggung,mantan menteri pun ikut terseret...

Setiap hari para aktivis tak bisa melepas megafonnya,aksi ke tempat satu ke tempat yg lain.menggembar-gemborkan pemberantasan korupsi...
OK,saya menghargai aksi rekan-rekan aktivis....

"siluman jalanan
bergentayangan menghisap uang rakyat"

mungkin yg baca catatan ini bertanya-tanya,"d jaman modern ini masih ada siluman?"


Liburan kemarin saya melintasi jalan raya kudus-demak.jalan ini baru saja diaspal,bahkan alat2 berat masih diparkir di kiri jalan..saya heran,kenapa sudah bermunculan lubang di sepanjang jalan tersebut...

Saya pun bertanya tanya..hal seperti ini terjadi karena salah dalam perencanaan atau pelaksanaanya..

Alhamdulillah semester 4 ini saya mengambil mata kuliah rekayasa perkerasan jalan.pertanyaan di atas mulai terjawab.selain dari faktor internal (perencanaan,pelaksanaan),ada faktor eksternal yg pengaruhnya sangat besar terhadap kerusakan tersebut...

Sadarkah anda?..lubang-lubang tersebut disebabkan oleh truk-truk yg over load ( kelebihan beban )....
Muncul pertanyaan lagi,"apa fungsi jembatan timbang?"
ya,dibeberapa daerah masih terdapat jembatan timbang.seharusnya petugas tidak mengijinkan truk yg over load untuk melanjutkan perjalanan.namun kenyataannya,apa yang terjadi??truk-truk yg memuat barang melebihi batas masih beroperasi setiap hari...apa sebenarnya yg terjadi di jembatan timbang??apakah dengan sebungkus rokok,mereka mau meloloskan truk-truk yg kelebiah beban???

Perlu diketahui,perbaik jalan membutuhkan biaya miliaran..uang itu berasal dari APBN,APBD (uang negara=uang rakyat).perbaikan jalan yg seharusnya dilakukan 3-5 tahun sekali,sekarang tiap tahun dilakukan perbaikan...

misal:
biaya perbaikan 1x dalam 3 tahun= 10 miliar
sekarang jika perbaikan dilakukan tiap tahun,dalam 3 tahun menghabiskan biaya
3 x 10 miliar = 30 miliar
uang 20 miliar itu seharusnya digunakan untuk menghidupi fakir miskin dan anak terlantar yg jelas telah dicantumkan dalam UUD 1945


Kalau seperti ini siapa yg disalahkan..
Perencana?
Pelaksana?
Pemilik truk?
Petugas jembatan timbang?
Atau
saya yg menulis catatan ini?

Bolehkah kita menindak langsung??jika petugas penegak peraturan ini sudah profesional lagi???

Inilah salah satu fakta di negara Indonesia tercinta,yg lagi-lagi merugikan rakyat

Lanjutkan......