NKRI HARGA MATI !!!!!
Tuesday, December 07, 2010
TERIMA KASIH MALAYSIA
Massulist (06 Desember 2010)
Bukannya saya tidak nasionalis, tapi memang kata-kata tersebut yang memenuhi benak saya selama ini.
Ketika laga pertama Suzuki AFF 2010 yang mempertemukan Indonesia vs Malaysia stadion GBK dipenuhidengan Suporter Timnas yang hamper semuanya mengelorakan semangat “GANYANG MALAYSIA” bukanlah tanpa alasan. Dan ketika hasil akhir menunjukkan 5-1 untuk Indonesia membuat semua dada supporter dan masyarakat Indonesia penuh dengan rasa kepuasan seolah mereka mengesampingkan bahwa pertandingan malam tersebut barulah pertandingan pertama dari penyisihan Suzuki AFF 2010. Konflik politik yang yang terjadi antara kedua negaralah yang selama ini mebuat suasana permusuhan antara Indonesia dan Malaysia.
Sebenarnya konfrontasi Indonesia – Malaysia sudah dimulai sejak era 60 an. Cerita itu diawali Pada 1961, Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi di Indonesia, terletak di selatan Kalimantan. Di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris; Sarawak dan Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah. Sebagai bagian dari penarikannya dari koloninya di Asia Tenggara, Inggris mencoba menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya, Federasi Malaya dengan membentuk Federasi Malaysia.
Rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia; Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Filipina juga membuat klaim atas Sabah, dengan alasan daerah itu memiliki hubungan sejarah dengan Filipina melalui Kesultanan Sulu.
Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak.
Demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur yang berlangsung tanggal 17 September 1963, berlaku ketika para demonstran yang sedang memuncak marah terhadap Presiden Sukarno yang melancarkan konfrontasi terhadap Malaysiaan juga kerana serangan pasukan militer tidak resmi Indonesia terhadap Malaysia. Ini berikutan pengumuman Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia pada 20 Januari 1963. Selain itu pencerobohan sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase pada 12 April berikutnya.
Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan demonstrasi anti-Indonesian yang menginjak-injak lambang negara Indonesia dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia. Soekarno memproklamirkan gerakan Ganyang Malaysia melalui pidato beliau yang amat bersejarah, berikut ini:
"Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!
Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu
Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.
Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.
Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!
Soekarno."
Itulah pidato Sukarno saat itu tapi di era modern ini juga konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia juga tidak berhenti begitu saja. Sejak Sipadan dan Ligitan lepas dari NKRI hingga klaim-klaim budaya kita oleh Malaysia membuat bangsa bertambah murka pada Negara jiran yang katanya saudara muda kita tersebut hingga gelora semangat GANYANG MALAYSIA semakin keras terdengar.
Tapi dibalik itu semua saya mencoba mengambil sisi positif dari semua kejadian tersebut. Saya ambil beberapa contoh.
Ketika kita bersitegang dengan Malaysia di Ambalat. Hal itu menyadarkan bangsa dan pemerintahan kita untuk melengkapi dan memperbaharui ALUTSISTA TNI. Tanpa kejadian tersebut Pemerintah kita pasti masih enggan untuk melakukan hal tersebut. Dan karena kejadian tersebut pulalah kini kita sedikit demi sedikit mulai memperbaharui dan modernisasi ALUTSISTA kita dan bahkan kemandirian ALUTSISTA sudah dilakukan dengan hasil yang cukup membanggakan bangsa Indonesia. Liat saja PINDAD sudah bisa membuat panser ANOA yang kini sudah dipercaya oleh PBB bertugas di Lebanon, dan dalam waktu dekat PINDAD juga akan membuat Paser canon dan Panser Rudal. Rudal R-Han 122 yang merupakan rudal buatan dalam negeri juga sudah diujicoba nopember lalu dengan hasil yang memuaskan dan segera diproduksi. Serta kapal-kapal perang buatan dalam negeri yang paling baru adalah PKR 105 adalah sebuah Kapal Perusak Kawal Rudal yang masih dalam pembangunan di PT PAL. Untuk Angkatan Udara juga tidak kalah hebatnya, Indonesia sekarang sedang berkerjasama dengan korea selatan untuk produksi pesawat KF-X, sebuah pesawat generasi 4.5 yang kekuatannya lebih hebat dari F-16. Itu adalah beberapa contoh saja karena masih banyak lagi.
Dan ketika Malaysia mulai mengeklaim budaya-budaya kita semisal, pengakuan lagu rasa sayange, batik, reog ponorogo, angklung dan lain-lain, hal itu berakibat bangkitnya rasa nasionalisme kita sebagai bangsa. Buktinya ketika batik diklaim oleh mereka dalam waktu yang tidak begitu lama masyarakat kita baik tua, muda, anak-anak mulai terbuka kesadarannya dan tanpa malu-malu lagi untuk berbusana batik hingga akhirnya batik menjadi seragam resmi pada hari jumat.
Dari beberapa contoh diatas saja sebenarnya kita bisa melihat dan kita harus bisa mengucapkan kata terima kasih pada Malaysia. Sebagai saudara muda (itupun kalo kita mau mengakuinya… hehehehe), mereka memang kadang membuat jengkel dan marah kakaknya. Tapi bagaimanapun juga namanya kaka kita harus bisa memaafkan dan berterima kasih pada adek kita walaupun cara mereka kurang berkenan dihati kita.
Sebagai kakak yang baik saya mgucapkan “TERIMA KASIH MALAYSIA”. Sebagai adek yang kurang ajar kamu telah menyadarkan kami kaka-kakakmu yang terlena oleh hiruk pikuk dunia tentang arti nasinalisme dan NKRI. Kini kami sadar NKRI adalah Harga Mati, kalian boleh bercanda dengan kami tapi kakakmu kini sudah beda dan pasti terus akan berbeda dengan kalian."TERIMA KASIH ADIKKU SAYANG SAYA BERHARAP KAMU CEPAT DEWASA DAN JANGAN SUKA BERCANDA YANG BERLEBIHAN DENGAN KAKAKMU INI"
Diposkan oleh Massulist di 4:04 PM 2 komentar
Monday, December 06, 2010
NURDIN HALID SUDAH DITURUNKAN AFF
Massulist (06 Desember 2010)
Saat saya menulis ini saya masih dalam uforia kemenangan beruntun Timnas Indonesia di ajang Piala Suzuki AFF 2010. Timnas Menang beruntun mengalahkan Malaysia 5-1 dan Laos 6-0 Tanpa balas. Ketika saya banyak membaca berita mengenai polah supporter. Yang katanya ada supporter bayaran untuk berkampanye mendukung Nurdin CS saya iseng membuka situs AFF . Setelah puas membaca berita kehebatan Timnas kita disana saya mencoba membuka Link "our Affiliates". Untuk yang Pertam kubuka Indonesia, awalnya sih biasa-biasa saja isinya tentang PSSI, tp ketika kuperhatikan pada bagian president ternyata kosong.
Saat saya menulis ini saya masih dalam uforia kemenangan beruntun Timnas Indonesia di ajang Piala Suzuki AFF 2010. Timnas Menang beruntun mengalahkan Malaysia 5-1 dan Laos 6-0 Tanpa balas. Ketika saya banyak membaca berita mengenai polah supporter. Yang katanya ada supporter bayaran untuk berkampanye mendukung Nurdin CS saya iseng membuka situs AFF . Setelah puas membaca berita kehebatan Timnas kita disana saya mencoba membuka Link "our Affiliates". Untuk yang Pertam kubuka Indonesia, awalnya sih biasa-biasa saja isinya tentang PSSI, tp ketika kuperhatikan pada bagian president ternyata kosong.
Kemudian aku berpikir kenapa bisa kosong, bukannya seharusnya president PSSI adalah Nurdin Halid. Kemudian saya bertanya dalam hati, apakah nurdin sudah turun. Seketika saya bergembira ria atas berita tersebut. Tapi saya masih tidak percaya jadi kulanjutkan membuka situs-situs lainnya, dan tidak ada berita mengenai pengunduran diri Nurdin Halid.
Perasaan yang semula bersuka cita kini kembali nggondok, karena nurdin tidak jadi turun. Walau mungkin hal itu tidak sengaja ato malah disengaja pihak AFF, Tapi tetep aja aku senang karena AFF sudah menurunkan Nurdin Halid dari kursi Ketua Umum."Semoga Memang Benar"
Diposkan oleh Massulist di 1:40 PM 2 komentar
Friday, February 12, 2010
Pendapat Seorang Mahasiswa Jepang Yang Melakukan Riset Di Indonesia Tentang Bangsa Indonsia
Massulist (12 Februari 2010)
Namanya : Yashiki
S2 di Kobe University, Jepang. jurusan Marine Engineering
Sebelum pulang kenegerinya setelah mengadakan Riset Di Kampus ITS Surabaya, dia mengungkapkan kesan-kesannya tentang Masyarakat Indonesia:
“Orang Indonesia yang saya lihat, mereka ramah-tamah, baik hati, suka menolong, tetapi jam karet dan kadang-kadang malas. Mereka juga aktif tetapi individualis. Hal yang sangat kontras. Saya sendiri heran dengan orang Indonesia. Seharusnya dari ketiga hal itu (ramah-tamah, baik hati, dan suka menolong, Red) mereka merupakan pribadi yang sosialis. Tetapi mereka individualis. Mungkin karena karakter yang berbeda dan ego yang tinggi ya,”
“Sebenarnya Indonesia tidak perlu menyamakan diri dengan Jepang karena Indonesia sebenarnya pun mampu lebih baik dengan ciri karakterisitik yang dimilikinya. Dalam beberapa hal Indonesia dan Jepang itu tidak ada yang beda. Waktu kerja dan belajar kita sama. Tetapi bagaimana kalian membentuk sikap disiplin dan jujurlah yang menentukan sebuah negara,” pesan Yashiki. (sumber)
Dari kutipan diatas saya jadi heran sendiri. Mengapa?
Waktu kecil dulu saya selalu diajarkan baik dari orang tua ataupun guru saya bahwa bangsa Indonesia itu bangsa yang masyarakatnya ramah, suka menolong dan mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan. Entah benar atau tidak hal tersebut tapi itulah yang tertera dalam ajaran P4 waktu kecil dulu (Sekarang P4 entah ada dimana).
Tp anehnya kalo hal itu bohong kenapa pada jaman perjuangan kemerdekaan dulu rakyat mau mempertaruhkan nyawa untuk berjuang merebut kemerdekaan?
Mungkin bangsa kita telah berubah?
tapi mengapa perubahan itu kearah yang negatif?
Mengapa tidak berubah seperti Cina, Brazil dan India? mereka berubah dari negara yang tertinggal menjadi negara yang besar didunia.
Benar kata Yashiki Sebenarnya Kita tidak perlu menyamakan diri dengan Jepang karena Kita sebenarnya pun mampu lebih baik dengan ciri karakterisitik yang kita dimiliki.
Ayo bangun Bangsaku... Akupun akan berusaha hal yang sama. apapun yang tejadi padamu "I LOVE YOU FULL INDONESIA"
“Orang Indonesia yang saya lihat, mereka ramah-tamah, baik hati, suka menolong, tetapi jam karet dan kadang-kadang malas. Mereka juga aktif tetapi individualis. Hal yang sangat kontras. Saya sendiri heran dengan orang Indonesia. Seharusnya dari ketiga hal itu (ramah-tamah, baik hati, dan suka menolong, Red) mereka merupakan pribadi yang sosialis. Tetapi mereka individualis. Mungkin karena karakter yang berbeda dan ego yang tinggi ya,”
“Sebenarnya Indonesia tidak perlu menyamakan diri dengan Jepang karena Indonesia sebenarnya pun mampu lebih baik dengan ciri karakterisitik yang dimilikinya. Dalam beberapa hal Indonesia dan Jepang itu tidak ada yang beda. Waktu kerja dan belajar kita sama. Tetapi bagaimana kalian membentuk sikap disiplin dan jujurlah yang menentukan sebuah negara,” pesan Yashiki. (sumber)
Dari kutipan diatas saya jadi heran sendiri. Mengapa?
Waktu kecil dulu saya selalu diajarkan baik dari orang tua ataupun guru saya bahwa bangsa Indonesia itu bangsa yang masyarakatnya ramah, suka menolong dan mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan. Entah benar atau tidak hal tersebut tapi itulah yang tertera dalam ajaran P4 waktu kecil dulu (Sekarang P4 entah ada dimana).
Tp anehnya kalo hal itu bohong kenapa pada jaman perjuangan kemerdekaan dulu rakyat mau mempertaruhkan nyawa untuk berjuang merebut kemerdekaan?
Mungkin bangsa kita telah berubah?
tapi mengapa perubahan itu kearah yang negatif?
Mengapa tidak berubah seperti Cina, Brazil dan India? mereka berubah dari negara yang tertinggal menjadi negara yang besar didunia.
Benar kata Yashiki Sebenarnya Kita tidak perlu menyamakan diri dengan Jepang karena Kita sebenarnya pun mampu lebih baik dengan ciri karakterisitik yang kita dimiliki.
Ayo bangun Bangsaku... Akupun akan berusaha hal yang sama. apapun yang tejadi padamu "I LOVE YOU FULL INDONESIA"
Diposkan oleh Massulist di 8:57 AM 2 komentar
When An Eagle Behaved Like A Chicken
Massulist (1 Februari 2010)
Indonesia Adalah Negara Besar, besar dalam arti sebenarnya yang memiliki Luas wilayah yang sangat besar, jumlah penduduk yang sangat banyak, kebudayaan yang sangat beragamm dan masih banyak kebesaran lainnya yang tidak bisa saya tuliskan disini karena bisa memenuhi catatan ini.
tapi apa yang saya rasakan sekarang ini tidak mencerminkan kebesaran itu...
Hampir tiap hari saya dicekoki dengan berita-berita yang dipenuhi keburukan mengenai negeri ini...
Berita bencana alam dan berita kebobrokan para pemangku pemerintahan negeri ini...
Sebenarnya ini semua adalah salah siapa?
Mungkin semua berita itu adalah benar... tapi apakah tidak ada sesuatu yang baik dari negeri ini yang dapat disampaikan kepada kita semua... atau memang benar pepatah yang mengatakan "Bad News is Good News".
Indonesia Adalah Negara Besar, besar dalam arti sebenarnya yang memiliki Luas wilayah yang sangat besar, jumlah penduduk yang sangat banyak, kebudayaan yang sangat beragamm dan masih banyak kebesaran lainnya yang tidak bisa saya tuliskan disini karena bisa memenuhi catatan ini.
tapi apa yang saya rasakan sekarang ini tidak mencerminkan kebesaran itu...
Hampir tiap hari saya dicekoki dengan berita-berita yang dipenuhi keburukan mengenai negeri ini...
Berita bencana alam dan berita kebobrokan para pemangku pemerintahan negeri ini...
Sebenarnya ini semua adalah salah siapa?
Mungkin semua berita itu adalah benar... tapi apakah tidak ada sesuatu yang baik dari negeri ini yang dapat disampaikan kepada kita semua... atau memang benar pepatah yang mengatakan "Bad News is Good News".
Kalo memang pepatah itu benar mungkin saya hanya menunggu kehancuran dari bangsa ini, karena mereka yang bisa membuat berita tidak senang dengan berita yang baik tentang negeri ini.. dan akan selalu memberikan berita buruk yang lambat laun akan merubah perilaku bangsa ini.. (perilaku negatif)
sekarang ini banyak orang yang senang melihat orang lain sengsara....
banyak orang yang ingin naik dengan cara menginjak orang lain...
banyak orang yang senang menjelekan orang lain dengan tujuan agar dirinya terlihat baek (terlihat adalh kata kuncinya)...
mulai sekarang kita harus segera bangun... bangun dari keterpurukan jangan sampai seperti judul catatan ini "When An Eagle Behaved Like A Chicken" karena kita sebenarnya adalah Elang yang perkasa... karena kita adalah Garuda..."GARUDA INDONESIA"
Diposkan oleh Massulist di 8:43 AM 0 komentar
SILUMAN JALANAN PENGHISAP UANG RAKYAT
Ditulis Oleh Wahyu Candra Prasetya Seorang Mahasiswa Teknik Sipil ITS Angkatan 2008 dalam Catatan Facebooknya
Akhir2 ini semua perhatian tertuju pada hasil keputusan pansus angket century,yg diperkirakan merugikan negara hingga 6,7 T....
Di tempat lain KPK sedang memburu koruptor2 yg telah menggondol uang negara,uang rakyat Indonesia.tak tanggung-tanggung,mantan menteri pun ikut terseret...
Setiap hari para aktivis tak bisa melepas megafonnya,aksi ke tempat satu ke tempat yg lain.menggembar-gemborkan pemberantasan korupsi...
OK,saya menghargai aksi rekan-rekan aktivis....
"siluman jalanan
bergentayangan menghisap uang rakyat"
mungkin yg baca catatan ini bertanya-tanya,"d jaman modern ini masih ada siluman?"
Liburan kemarin saya melintasi jalan raya kudus-demak.jalan ini baru saja diaspal,bahkan alat2 berat masih diparkir di kiri jalan..saya heran,kenapa sudah bermunculan lubang di sepanjang jalan tersebut...
Saya pun bertanya tanya..hal seperti ini terjadi karena salah dalam perencanaan atau pelaksanaanya..
Akhir2 ini semua perhatian tertuju pada hasil keputusan pansus angket century,yg diperkirakan merugikan negara hingga 6,7 T....
Di tempat lain KPK sedang memburu koruptor2 yg telah menggondol uang negara,uang rakyat Indonesia.tak tanggung-tanggung,mantan menteri pun ikut terseret...
Setiap hari para aktivis tak bisa melepas megafonnya,aksi ke tempat satu ke tempat yg lain.menggembar-gemborkan pemberantasan korupsi...
OK,saya menghargai aksi rekan-rekan aktivis....
"siluman jalanan
bergentayangan menghisap uang rakyat"
mungkin yg baca catatan ini bertanya-tanya,"d jaman modern ini masih ada siluman?"
Liburan kemarin saya melintasi jalan raya kudus-demak.jalan ini baru saja diaspal,bahkan alat2 berat masih diparkir di kiri jalan..saya heran,kenapa sudah bermunculan lubang di sepanjang jalan tersebut...
Saya pun bertanya tanya..hal seperti ini terjadi karena salah dalam perencanaan atau pelaksanaanya..
Alhamdulillah semester 4 ini saya mengambil mata kuliah rekayasa perkerasan jalan.pertanyaan di atas mulai terjawab.selain dari faktor internal (perencanaan,pelaksanaan),ada faktor eksternal yg pengaruhnya sangat besar terhadap kerusakan tersebut...
Sadarkah anda?..lubang-lubang tersebut disebabkan oleh truk-truk yg over load ( kelebihan beban )....
Muncul pertanyaan lagi,"apa fungsi jembatan timbang?"
ya,dibeberapa daerah masih terdapat jembatan timbang.seharusnya petugas tidak mengijinkan truk yg over load untuk melanjutkan perjalanan.namun kenyataannya,apa yang terjadi??truk-truk yg memuat barang melebihi batas masih beroperasi setiap hari...apa sebenarnya yg terjadi di jembatan timbang??apakah dengan sebungkus rokok,mereka mau meloloskan truk-truk yg kelebiah beban???
Perlu diketahui,perbaik jalan membutuhkan biaya miliaran..uang itu berasal dari APBN,APBD (uang negara=uang rakyat).perbaikan jalan yg seharusnya dilakukan 3-5 tahun sekali,sekarang tiap tahun dilakukan perbaikan...
misal:
biaya perbaikan 1x dalam 3 tahun= 10 miliar
sekarang jika perbaikan dilakukan tiap tahun,dalam 3 tahun menghabiskan biaya
3 x 10 miliar = 30 miliar
uang 20 miliar itu seharusnya digunakan untuk menghidupi fakir miskin dan anak terlantar yg jelas telah dicantumkan dalam UUD 1945
Kalau seperti ini siapa yg disalahkan..
Perencana?
Pelaksana?
Pemilik truk?
Petugas jembatan timbang?
Atau
saya yg menulis catatan ini?
Bolehkah kita menindak langsung??jika petugas penegak peraturan ini sudah profesional lagi???
Inilah salah satu fakta di negara Indonesia tercinta,yg lagi-lagi merugikan rakyat
Diposkan oleh Massulist di 8:29 AM 0 komentar
Subscribe to:
Posts (Atom)



