ASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH...."IMPOSSBLE IS NOTHINGS BECAUSE OF GUSTI ALLAH MBOTEN NATE SARE"

. InstaForex Global Digital Pay

NKRI HARGA MATI !!!!!

Wednesday, April 08, 2009

More Than Just "ABCD" To Stop HIV/AIDS

Massulist (8 april 2009),
Tulisan ini sebenarnya berawal dari tulisan yang saya rasa agak janggal yang saya baca minggu kemarin. Kebetulan dua minggu kemaren saya sering pulang pergi pekanbaru – bengkalis menggunakan speed boath. Kebetulan didepan kursi saya terdapat stiker yang bunyinya kurang lebih seperti ini:

Stop HIV/AIDS dengan:
A = Abstinensia atau tak melakukan hubungan seks
B = Be faithful atau saling setia,
C = Condom atau mencegah dengan kondom, dan
D = Drugs atau jangan memakai narkoba.

Awalnya sih agak kaget dan pengen tertawa karena saat membaca ABCD saya teringat dengan istilah anak-anak sekarang (Aduh Bo’ Cape Dech). Tapi karena posisi stiker itu tepat didepan saya jadi terpaksa tanpa sadar tulisan itu sering terbaca oleh saya. Setelah sampai hotel saya semakin terngiang dan rasa penasaran saya dengan tulisan tersebut karena kata-katanya yang janggal menurut saya. Sekilas tulisan tersebut biasa saja dan benar adanya. Bagaimana tidak bila kita tak melakukan hubungan seks atau saling setia dengan pasangan kita atau memakai Condom atau mencegah dengan kondom dan tidak memakai narkoba kita akan relatif jauh dari resiko terjangkit virus HIV/AIDS. Tapi bukan itu intinya karena bagi orang awam mungkinkah hal tersebut dapat dilakukan semua. Bagaimana tidak melakukan hubungan seks bila kita sudah berkeluarga? Terus apakah menjamin kalo kita tidak memakai narkoba akan terbebas dari HIV/AIDS? Padahal penularan HIV/AIDS pada pemakai narkoba itu dari penggunaan jarum suntik yang bergantian dengan sesama pemakai yang sudah terkena HIV/AIDS. Disitulah letak kejanggalan tulisan tersebut.





Karena rasa penasaran saya tersebut kemudian saya mencoba browsing di internet mengenai tulisan tersebut untuk mencari penjelasan yang lebih masuk akal bag saya. Kemudian saya langsung aja nanya ma mbah paman google dengan mengetik “ABCD stop HIV/AIDS”, tanpa ku duga terdapat 22.900 web yang menyedakan bahasan tersebut membuat saya semakin penasaran dan merasa bodoh karena baru tau hal itu. Mulai kubuka satu persatu web yang masuk top 10 dari paman google dan sampailah pada penjelasan yang agak masuk akal bagi saya tentang tulsan di atas. Penjelasannya kurang lebh seperti ini:

“ABCD: Abstain from sex bagi remaja dan belum menikah, Be faithful : setia terhadap pasangan, Condom : selalu menggunakan kondom, dan Don't use a hypodermic needle : tidak menggunakan alat suntik bekas pengidap HIV/AIDS.”

Setelah saya mendapatkan penjelasan diatas yang menurut saya masuk akal dan mudah diaplkaskan dalam kehidupan sehari-hari bukannya membuat saya jadi puas tapi malah semakin penasaran lagi. Kenapa? Sebenarnya yang membuat saya penasaran adalah penjelasan itu saya peroleh dari internet. Bayangkan kebingungan ini terjadi pada orang-orang yang tidak buka nternet karena tidak pernah atau yang tidak sempat. Hal ini bisa membuat pemahaman tentang penanggulangan HIV/AIDS jadi salah dan jeleknya lagi akan muncul golongan orang yang tidak mau menikah karena takut bisa tertular HIV/AIDS.

Tidak hanya sampai disini rasa penasaran saya terhadap stiker di speed boath yang aku lihat tersebut di atas. Coba kita lihat sekali stiker tersebut :

Stop HIV/AIDS dengan:
A = Abstinensia atau tak melakukan hubungan seks
B = Be faithful atau saling setia,
C = Condom atau mencegah dengan kondom, dan
D = Drugs atau jangan memakai narkoba.

Dari tulisan kita bisa mengambil pokok permasalah dari penyebaran virus HIV/AIDS, yaitu Perilaku seks bebas, tidak setia dengan pasangan serta penggunaan narkoba. Menurut saya anjuran ataupun petunjuk dalam stiker tersebut tidak akan mungkin bisa mengurangi ataupun mencegah penyebaran virus HIV/AIDS secara singnfikan. Jadi menurut saya iklan yang terdapat pada stiker di atas belum tepat sasaran karena masih tingginya pertumbuhan virus HIV/AIDS di indonesia. Seharusnya kita bersama termasuk pemerintah sebagai otoritas tertinggi negara, LSM sebagai organsasi yang berhubungan langsung di lapangan serta masayarakat pada khususnya sebagai target harus mencari akar permasalahan penyebaran virus tersebut. Kalo kita kaji ulang penyebabnya kita harusnya mencari akar dari penyebaran virus tersebut. Bukannya menghentikan ditengah jalan melainkan melainkan mencegah virus itu berjalan.

Saya mencoba memberikan analogi sebagai berikut ”Seseorang mencoba mengurangi angin pada sebuah bola disaat bola itu sedang berputar kencang” mestinya bola itu dkurangi anginnya saat bola tersebut belum ditendang. Atau “ seorang kiper berusaha menggagalkan sebuah tendangan penalti” mestinya tidak melakukan suatu pelanggaran yang bisa menyebabkan penalti karena sedikit sekali peluang usaha tersebut akan berhasil. Hal ini pula berlaku pada stiker diatas. Stiker di atas bila diartikan secara keseluruhan artinya kurang lebih sebagai berikut:

HIV/AIDS dapat dicegah dengan
- tidak melakukan perilaku seks bebas, bersikap setia pada pasangan. Tapi jika tidak mampu melakukannya gunakanlah kondom
- Jangan menggunakan narkoba jens suntik secara bergantian dengan penderita HIV/AIDS.

Dari arti diatas terdapat celah dan kesempatan untuk menyebarnya virus HIV/AIDS, seharusnya celah itu ditiadakan. Sehingga virus itu benar-benar tidak sempat atau jalan untuk menyebar dan bla itu bisa dilakukan pada periode tertentu vrus itu akan hilang dengan sendirinya.

Secara teori negara Indonesia adalah merupakan negara yang berdasarkan agama yang tertulis pada sila pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dan saya yakin setiap agama melarang perilaku-perilaku yang dapat menyebarkan virus HIV/AIDS di atas. Mestinya negara yang berketuhanan memiliki cara yang lebih baik dan efektif dalam usaha mencegah penyebaran virus HIV/AIDS. Apakah cara tersebut? Mestinya negara kita tidak mengadopsi mentah-mentah stker diatas misalkan menambahkan unsur keagamaan yiatu:

“ Stop HIV/AIDS dengan Iman dan Tagwa ”
Diatas merupakan salah satu contoh saja karena menurut saya iklan pada pada stiker yang saya lihat pertama kali terkesan sekuler yang tidak mengindahkan unsur religius yang terbukti tidak berpengaruh besar pada usaha pencegahan virus HIV/AIDS.
Indonesia sebagai negara yang berketuhanan mestinya punya cara sendiri yang lebih efektif dan bisa dipakai contoh untuk negara lain bukannya mengadopsi mentah-mentah sebuah program yang bagi negara pembuatnya gagal dan tidak tepat sasaran.



3 comments:

Anonymous said...

Making money on the internet is easy in the underground world of [URL=http://www.www.blackhatmoneymaker.com]blackhat forum[/URL], You are far from alone if you have no clue about blackhat marketing. Blackhat marketing uses little-known or little-understood methods to produce an income online.

Anonymous said...

top [url=http://www.xgambling.org/]free casino[/url] check the latest [url=http://www.realcazinoz.com/]online casinos[/url] free no store hand-out at the chief [url=http://www.baywatchcasino.com/]online casinos
[/url].

Anonymous said...

[url=http://www.realcazinoz.com]online casino[/url], also known as first-class casinos or Internet casinos, are online versions of get a load off one's mind ("buddy and mortar") casinos. Online casinos approve gamblers to sham and wager on casino games philosophy pneuma the Internet.
Online casinos typically forth odds and payback percentages that are comparable to land-based casinos. Some online casinos take higher payback percentages as a palliate with a landscape working railroad conduct games, and some promulgate payout border audits on their websites. Assuming that the online casino is using an suitably programmed unspecific auditorium troupe generator, catalogue games like blackjack comprise an established congress edge. The payout provide with as a replacement pro these games are established at expected the rules of the game.
Uncountable online casinos furrow discernible or discern their software from companies like Microgaming, Realtime Gaming, Playtech, Cosmopolitan Regatta Technology and CryptoLogic Inc.