ASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH...."IMPOSSBLE IS NOTHINGS BECAUSE OF GUSTI ALLAH MBOTEN NATE SARE"

. InstaForex Global Digital Pay

NKRI HARGA MATI !!!!!

Tuesday, May 19, 2009

TAKDIR (Part 2)

"Kebahagiaan adalah Bukan Apa Yang Kita Rasakan Hari Ini, Melainkan Apa Yang Akan Kita Rasakan Dari Kenyataan Hari Ini"

Massulist (19 Mei 2009)
Tidak semua kebahagiaan itu muncul dari sesuatu yang menyenangkan. Seperti yang pernah saya tulis mengenai “Takdir” beberapa waktu silam. Kebahagiaan itu merupakan muara dari sebuah kejadian-kejadian yang sebelumnya kita sesali. Walau tidak sedikit pula sebuah kebahagiaan itu adalah sebuah muara dari kejadian-kejadian yang menyenangkan. Tapi sebenarnya inti dari tulisan ini adalah pemahaman sebuah takdir yang merupakan sebuah proses kehidupan yang saling berhubungan yang akan bermuara pada suatu titik.

Pada suatu ketika ada seorang anak kecil sedang berkeluh kesah kepada neneknya. Dia bercerita bahwa hari ini adalah hari yang sangat tidak menyenangkan baginya.


"Bagaimana ceritanya cu kok bisa harimu tidak menyenangkan?"Tanya sang nenek. Bagaimana tidak nek jawab anak itu. Kemudian anak itu bercerita pada neneknya yang sedang memasak didapur. Dia mengatakan hari ini dia cuma diberi uang saku seribu rupiah oleh ibunya padahal biasanya ibunya memberikan uang saku sebesar lima ribu rupiah, dan ketika pulang sekolah dia membeli snack diwarung dekat sekolah. Ketika dalam perjalanan menuju rumahnya sambil menikmati snack yang baru dia beli tiba-tiba dia dikejar anjing tetangganya, kontan saja dia lari sekuatnya dengan snack yang masih belum habis tersebut. Saking takutnya anak itu sampai terjatuh dan snacknya jatuh berserakan dijalan sehingga tidak bisa dimakan lagi. Sambil memasak neneknya hanya tersenyum kepada cucunya mendengar cerita cucunya tersebut. Setelah selesai memasak nenek tersebut menyuruh cucunya untuk makan siang dulu. Sambil menunggui cucunya makan, nenek tersebut bertanya pada cucunya “apa rasa dari garam cu?”...”Asin”Jawab cucunya cepat. “Enakkah rasanya”neneknya bertanya lagi. Sambil menyantap makanannya anak itu cepat menjawab”ya tentu tidak enak nek”. “trus enakkah rasa bawang putih, bawang merah, dan bumbu-bumbu ini?”Neneknya bertanya lagi.”Tidak enak nek”Sahut anak itu. “kalau masakan nenek bagaimana?”tanya nenek kembali. “Wah enak sekali nek”jawab anak itu. Kemudian nenek itu mengatakan kepada cucunya bahwa masakan itu dibuat dari bahan dan bumbu-bumbu yang sebelumnya dikatakan anak itu tidak enak. Kemudian nenek itu menasehati cucunya bahwa semua yang dialami cucunya hari ini tidak selamanya tidak menyenangkan karena suatu saat akan menemukan sesuatu yang membahagiakan seperti halnya masakan yang dimakan cucunya yang katanya enak itu padahal dibuat dari hal-yang tidak enak.

Dari cerita diatas sebenarnya kita bisa mengambil suatu hikmah. Bahwa semua yang kita rasakan hari ini tidak menyenangkan itu belum merupakan titik akhir dari cerita hidup kita. Karena takdir kita akan terus berjalan dan hanya akan berakhir pada suatu saat yaitu saat kita bertemu dengan Tuhan.

No comments: